Home
Wisata Budaya Kerajaan Tayan

Koridor Sungai Kapuas Tayan Sebagai Atraksi Wisata Model Kota Tepian Sungai, oleh Syamsurizal, ST. M.Sc

Pengembangan Pariwisata Koridor Sungai Kapuas sebagai Destinasi Pariwisata Unggulan Kota Tayan, adalah Citra Tayan yang identik dengan kota persinggahan (transit), pusat pertambangan dan industri, dan kuliner berbasis potensi objek dan daya tarik wisata yang dimiliki Kota Tayan seperti Keraton Pakunegara, Makam Raja-raja Tayan, perkampungan yang tersebar di sepanjang sungai (riverbank community), Pasar Kawat di tepian sungai, Pulau Tayan.

Arti Penting Pengembangan Pariwisata Kota Tayan,
Perkembangan dan pertumbuhan kota perlu diarahkan untuk menciptakan keserasian dan keseimbangan fungsi kota dengan mengatur intensitas penggunaan lahan, agar kota dapat tumbuh dan berkembang secara lebih terarah dan menciptakan suatu hubungan serasi antara manusia dan lingkungan, tercermin pada pola intensitas penggunaan ruang kota dan bagian wilayah kota.

Bentuk kota tidak terlepas dari kondisi struktur fisik yang telah ada, yang mencakup struktur tata ruang dan bentuk bangunan. Penelitian tentang Revitalisasi Kawasan dimaksudkan untuk menemukan konsep penataan dan revitalisasi dari potensi-potensi yang dimiliki kawasan perencanaan, baik dari aspek sosiokultural, sosioekonomi, fisik dan lingkungan, untuk melindungi dan melestarikan kawasan, khususnya kawasan yang pada masa lalu memiliki aktivitas hidup namun pada saat sekarang menurun.

Peta Lokasi Kecamatan Tayan Hilir Dalam Wilayah Administrasi Kabupaten Sanggau

Tayan Hilir merupakan bagian wilayah administrasi dari Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimantan Barat, dimana perkembangan kota terbentuk disepanjang alur sungai baik yang dilalui alur Sungai Kapuas maupun anak sungai hingga ke hulu perkampungan. Dengan luas wilayah 68.033,71 Km2, secara administratif Kabupaten Sanggau dibagi menjadi 15 Kecamatan dan Kota. Salah satu diantaranya yaitu Kecamatan Tayan, dimana kecamatan ini memiliki sejarah hirarki pemerintahan kota yang bermula dari sistim kerajaan dimana saat itu wilayah Kalimantan Barat dikuasai oleh Kerajaan Matan di Tanjungpura (Kabupaten Ketapang), perjalan panjang pengembangan kota hingga pada masa kemerdekaan dan era otonomi maka Pemerintah Kabupaten Sanggau secara luas berupaya untuk membangun pengelolaan di daerahnya baik internal maupun eksternal demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat dari desa/kelurahan wilayah kecamatan terpencil hingga ke pusat kota.

Pendapatan Regional Kecamatan Tayan terus mengalami peningkatan selama 5 tahun terakhir ini. Dengan Laju pertumbuhan PDRB sebesar 5,62 % pada tahun 2011 (persentase Kontribusi PDRB Kecamatan Terhadap Kabupaten Sanggau 2007-2011). Dari keseluruhan sektor yang berperan dalam pembentukan PDRB Kecamatan Tayan, peranan sektor industri merupakan sektor yang paling besar. Demi meningkatkan pendapatan daerah maka perlu dicari sektor lain yang memiliki potensi positif dalam memberikan kontribusi dalam PDRB. Mengingat besarnya potensi wisata Kota Tayan, maka sektor ini dapat memberikan kontribusi yang besar pula pada pendapatan daerah Kabupaten Sanggau.

Alam dan Budaya sebagai Aset Pengembangan Pariwisata Kota Tayan, Pada dasarnya potensi pariwisata Kota Tayan cukup besar dimana fungsi daerah sebagai salah satu pusat pertumbuhan wilayah yang berorientasi pada sungai dengan wilayah yang terdiri dari hilir-hulu sungai hingga keberadaan pulau di tengah sungai memiliki keunikan tersendiri, dan dapat menjadikan wisata bahari dan ecotourism sebagai kegiatan wisata andalan. Didukung dengan kekayaan sumber daya alam berupa keindahan alam kepulauan, pesisir pantai dan keanekaragaman hayati yang ada di darat maupun laut sehingga dapatdikembangkan berbagai kegiatan wisata. Kekayaan budaya Tayan begitu besar, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya Kerajaan Tayan pada jaman dahulu serta peninggalan-peninggalan sejarah yang memiliki potensi besar sebagai wisata budaya.

Perlunya Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Objek Pariwisata, Revitalisasi kawasan adalah rangkaian upaya untuk menata kawasan yang tidak teratur, meningkatkan kawasan yang memiliki potensi dan nilai strategis dan mengembalikan vitalitas kawasan yang telah atau mengalami penurunan, agar kawasan-kawasan tersebut bisa mendapatkan nilai tambah yang optimal terhadap produktifitas ekonomi, sosial dan budaya kawasan perkotaan.

Revitalisasi kawasan dilakukan melalui pengembangan kawasan-kawasan tertentu yang layak untuk direvitalisasi baik dari segi setting kawasan sehingga kawasan perkotaan akan lebih terintegrasi dalam satu kesatuan yang utuh dengan sistem kota, terberdayakan pertumbuhan ruang ekonominya, meningkatkan prasarana sarana dan kenyamanan lingkungan kota, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Peta Posisi Strategis Kota Tayan Dalam Provinsi Kalimantan Barat

Dilihat dari besarnya potensi pariwisata yang dimiliki oleh Kota Tayan yang sampai saat ini masih belum dikembangkan secara optimal baik dari kelayakannya sebagai kawasan wisata budaya (Heritage), atraksi/kegiatan wisata didalam kawasan wisata tersebut maupun infrastruktur dari kawasan wisata tersebut, maka sangatlah diperlukan campur tangan baik dari pemerintah maupun pihak swasta untuk mendorong pembangunan pariwisata di Kota Tayan yang berbasis pada ekowisata. Upaya ini akan membuka akses masyarakat lokal ke dalam bisnis pariwisata sambil tetap melindungi keanekaragaman hayati di Tayan. Proses pembangunan pariwisata ini diperlukan suatu dokumen pra-perencanaan sebagai kerangka acuan untuk pengembangan ke tahap perencanaan selanjutnya terhadap komponen-komponen kepariwisataan yang terkait didalamnya : obyek dan daya tarik wisata, atraksi dan kegiatan wisata, fasilitas akomodasi dan penunjang wisata, aksesibilitas dan infrastruktur, sumber daya manusia, pemasaran, kelembagaan dan investasi.

Pengembangan pariwisata koridor Sungai di Kota Tayan diantaranya :

  • Citra Tayan yang identik dengan kota persinggahan (transit), pusat pertambangan dan industri, dan kuliner
  • Basis potensi objek dan daya tarik wisata yang dimiliki Kota Tayan seperti : Keraton Paku Negara, perkampungan lama yang tersebar di sepanjang sungai (riverbank community), Pasar Kawat tepian sungai, dsb
  • Kemudahan Aksesibilitas baik transportasi darat maupun sungai
  • Kedekatan lokasi dengan pusat Kota Pontianak, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat

Kondisi lingkungan di sepanjang Koridor Sungai Kapuas Tayan belum terkelola dengan baik untuk mendukung pengembangan kawasan destinasi river cruise. Kemudahan Aksesibilitas baik transportasi darat maupun sungai serta kedekatan lokasi dengan pusat Kota Pontianak, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat merupakan potensi utama sebagai modal pembangunan di bidang kepariwisataan khususnya bagi Kota Tayan dan umumnya di Kabupaten Sanggau dan Propinsi Kalimantan Barat.

  • Citra kota yang khas belum di imbangi pengembangan infrastruktur dan fasilitas yang tepat
  • Keberadaaan perkampungan yang dominan tersebar di sepanjang bantaran sungai
  • Kondisi objek yang kurang terpelihara, kemasan kurang menarik
  • Permasalahan pada akses di beberapa segmen seperti terminal kota, pelabuhan penyeberangan antar desa (spot sinergis)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s