Home

Objek Wisata yang ada di Kota Tayan dapat dikategorikan dalam jenis Wisata Alam, Wisata Budaya dan Wisata Minat Khusus.

Dalam perkembangannya, kawasan kota tepian air mengalami pasang surut. Pada saat peran angkutan air digeser oleh angkutan darat maka kawasan tepian pantai yang pada mulanya merupakan lokasi pusat kegiatan perkotaan mengalami pergeseran orientasi ke kawasan daratan. Hal ini menyebabkan kawasan tepian pantai menjadi daerah yang kurang terpelihara, bahkan dengan adanya perkembangan kota di kawasan daratan yang pesat menjadikan kawasan pantai sebagai daerah ‘belakang’ dan sebagai tempat pembuangan berbagai jenis limbah. Namun, pada tahap perkembangan berikutnya karena lahan perkotaan untuk memenuhi kebutuhan kegiatan perkotaan semakin terbatas, tumbuhlah perhatian untuk kembali ke kawasan tepian air perkotaan yang sudah sarat dengan berbagai masalah degradasi lingkungan baik secara ekologis, keruangan maupun visual.

Zonasi Situs Kerajaan Tayan

Kampung Air di lingkungan Kerajaan Tayan

Kawasan ruang publik tepian air yang mencakup komponen daratan dan perairan secara ekologis berfungsi sebagai penyangga berkelanjutannya kehidupan perkotaan. Namun, akibat terbengkalainya kawasan tepian air dalam waktu yang relatif cukup lama memunculkan berbagai permasalahan sosio-kultural dan fisik-spasial perkotaan yang sangat kompleks. Sebagai gambaran, permasalahan ruang publik perkotaan antara lain: jalur pencapaian kearah perairan yang tidak menerus, pemandangan kearah perairan yang terputus, ruang-ruang yang tidak terurus, tidak adanya orientasi kawasan, infrastruktur yang tidak memadai dan bangunan-bangunan bersejarah dimasa kejayaan kota pantai/kota tepian sungai yang terbengkalai. Permasalahan ekologis yang berupa degradasi lingkungan (erosi, pencemaran, perubahan struktur ekologis), tidak adanya keterkaitan ekologis dalam penataan ekosistem perairan dan daratan, perubahan sifat lahan, perubahan komposisi biota dan pola arus perairan merupakan suatu tugas yang sangat berat.

Perkembangan Jumlah Wisatawan, Jumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Sanggau dan menginap di fasilitas akomodasi, mengalami turun-naik jumlah wisatawan akan kondisi tersebut tidak statis pada bahkan terjadi peningkatan yang signifikan setelah pengembangan kawasan industri yang di bangun oleh PT. Antam, PT. Wika, PT. ICA dan perusahaan industri lainnya.

Secara umum, wisatawan yang datang ke Tayan adalah wisatawan domestik. Mayoritas wisatawan yang datang merupakan masyarakat luar Kota Tayan yang ingin berwisata minat khusus dengan tujuan olah raga memancing di hulu Sungai Tayan. Sedangkan wisatawan lainnya merupakan masyarakat luar Kota Tayan yang berziarah ke Makam Raja-raja Tayan dan mengenal lebih dekat keberadaan Keraton Paku Negara yang baru-baru ini melangsungkan penobatan Raja Tayan XIV Gusti Yusri, SH.

Zonasi Situs Kerajaan Tayan

Potensi Koridor Sungai dan Permasalahannya

Tayan, dilalui jalur sungai sangat panjang yang didukung oleh kondisi alam di sepanjang sungai yang masih alami dan bersuasana pedesaan. Kawasan yang berupa hutan, rawa dan perkebunan sangat berpotensi sebagai ekowisata dan agrowisata
Kawasan tepian Sungai Musi yang masih berupa lahan kosong, rawa dan hutan sangat memungkinkan untuk pengembangan potensi wisata yang sangat beragam jenisnya, dapat menjadi suatu paket wisata yang menarik. Sarana prasarana dari Kotamadya Pontianak sebagai Ibukota Propinsi Kalimantan Barat menuju Tayan Hilir cukup memadai, baik melalui darat maupun air, dan juga sarana di lokasi menuju situs-situs budaya lainnya dapat ditempuh melalui jalan darat dan transportasi air yang menghubungkan Tayan ke Desa desa lainnya baik dari Hilir hjingga hulu sungai. kini titik fokus pengembangan pariwisata oleh pemerintah daerah yang ditekankan pada agrowisata.

Minimnya atraksi disepanjang Sungai Kapuas dikarenakan fasilitas yg menunjang atraksi tepi sungai masih sangat terbatas, dimana sarana prasarana yang masih terbatas dengan kondisi yang kurang baik.

Angkutan sungai masih sangat sedikit dan tarifnya relatif mahal, jumlah masyarakat yang tinggal pada segmen ini terutama di sepanjang tepian Sungai Kapuas masih sangat sedikit. Selain itu terganggunya ekosistem rawa akibat pembangunan dibantaran sungai yang belum terencana dengan baik, dan juga SDM ke Pariwisataan yang masih minim.

Profil produk pariwisata Kecamatan Tayan, yang mencakup:

  • Profil potensi dan kondisi obyek dan daya tarik wisata (atraksi)
  • Profil potensi dan kondisi Fasilitas Penunjang Pariwisata (amenitas)
  • Profil potensi dan kondisi Aksesibilitas dan Infrastruktur (aksessibilitas)

Profil Pasar Wisatawan ke Kota Tayan :

  • Profil Kunjungan Wisatawan (Nusantara dan Mancanegara)
  • Profil Segmentasi Pasar Wisatawan (Nusantara dan Mancanegara)

Data kunjungan wisatawan diatas menunjukkan bahwa pasar wisatawan domestik merupakan segmen pasar utama yang harus menjadi sasaran utama dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Sanggau. Sehingga usaha-usaha pengembangan produk harus memperhatikan kecenderungan permintaan dan motivasi yang berkembang dari segmen wisatawan domestik tersebut.
Walaupun segmen pasar wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kabupaten Sanggau masih sedikit, namun dalam pengembangan produk kepariwisataan di Kabupaten Sanggau dan khususnya Kota Sanggau tetap harus memperhatikan segmen wisatawan mancanegara ini. Karena hal ini berdampak langsung dalam pengeluaran wisman yang pada akhirnya akan meningkatkan penerimaan dari sektor pariwisata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s