Home
  1. Revitalisasi kawasan cagar budaya Keraton Pakunegara Kerajaan Tayan dan lingkungannya
  2. Pengembangan Kawasan Kampung tepian sungai (Waterfront Community Empowerment)
  3. Penataan Kawasan Situs Bukit Rayang, Desa Melugai, Tayan
    PenataanKawasan Makam Raja Raja Tayan di Teluk Kemilun, Tayan
  4. Revitalisasi Pasar tradisional Kawat dan kawasan terminal kota, Tayan
  5. Revitalisasi kawasan pelabuhan sungai (dermaga singgah) desa/kampung tepian sungai
  6. Pengembangan budaya, adat istiadat Kesultanan Paku Negara sebagai pusat Seni dan Budaya Tayan

PRIORITAS BUDAYA

  1. Kebijakan, strategi dan konsep pengembangan/perencanaan tata ruang kawasan wisata.
  2. Perumusan fungsi kegiatan/fasilitas yang akan diwadahi dalam kawasan wisata.
  3. Pembagian zonasi pengembangan secara keseluruhan (general zoning – land use plan); peta peruntukan lahan secara rinci serta rencana pembagian area untuk kegiatan-kegiatan yang dikembangkan/diwadahi misalnya : hotel/akomodasi, fasilitas umum (amenity core development), serta area pengembangan obyek dan fasilitas wisata lainnya.
  4. Rencana Makro Tapak Kawasan Wisata Terpadu, berupa gambaran rencana spasial (keruangan) dan arsitektural kawasan wisata unggulan secara keseluruhan.

Lingkup komponen sumber daya kepariwisataan yang telah ditapis sebelumnya dan diperoleh data-data sumber daya kepariwisataan “prioritas” maka kemudian data-data tersebut diolah ke dalam bagan penilaian. Dalam melakukan penilaian terhadap sumber daya kepariwisataan, maka hal utama yang dijadikan pertimbangan adalah nilai kualitas dan kuantitas dari masing-masing objek/daya tarik wisata.

Dalam analisis potensi pengembangan objek-objek/daya tarik wisata ini, komponen-komponen yang menjadi dasar penilaian meliputi 5 (lima) parameter dimana masing-masing parameter memiliki unsur penilaian yang berbeda-beda, yakni:

  1. Parameter Kualitas dan Keunikan (Objek Daya Tarik Wisata) ODTW meliputi: (a) keunikan atraksi wisata yang berupa penilaian tingkat keunikan objek/daya tarik dinilai dari kelangkaannya yakni apakah objek mudah ditemukan di tempat lain atau tidak dan; (b) keragaman daya tarik (kuantitas) yaitu objek/daya tarik wisata suatu propinsi dinilai keragaman muatan isi atau daya tarik wisata yang dimilikinya.
  2. Parameter Skala Pemasaran Objek yaitu penilaian terhadap objek/daya tarik yang dinilai dari kemungkinan luas jangkauan pemanfaatan wisatawan terhadap suatu objek.
  3. Tingkat kunjungan wisatawan yaitu penilaian terhadap tinggi rendahnya angka kunjungan ke masing-masing objek wisata.
  4. Parameter Tingkat Dukungan dan Aksessibilitas Pencapaian (keterjangkauan menuju objek) yaitu penilaian terhadap kemudahan keterjangkauan seperti memiliki link dengan pintu masuk utama kota, letaknya pada jalur kunjungan, jarak tempuh yang relatif mudah, waktu tempuh relatif pendek, dukungan moda transportasi menuju objek.
  5. Parameter Tingkat Dukungan Sarana Prasarana Penunjang yaitu penilaian terhadap ketersediaan fasilitas akomodasi, agen/biro perjalanan, dukungan sarana transportasi maupun fasilitas umum penunjang wisata lainnya seperti telepon maupun tourist information centre.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s