Home

slide1.jpgKERATON PAKUNEGARA TAYAN

Alamat : Komplek Keraton Pakunegara, Desa Pedalaman Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat – Indonesia

Keraton Pakunegara Tayan merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang terletak di Kecamatan Tayan Hilir wilayah Kabupaten Sanggau, Berdasar pada sejarah berdirinya Kerajaan Tayan, oleh Pemerintah Republik Indonesia Situs Bangunan Keraton Pakunegara Tayan telah tercatat pada Undang-Undang No.5 Tahun 1992 sebagai Cenda Cagar Budaya Istana Raja-Raja Tayan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala.

RAJA TAYAN XIV

Raja Tayan XIV Panembahan Anom Pakunegara GUsti Yusri, SHPanembahan Anom Pakunegara Gusti Yusri, SH. Berkeinginan memajukan pembangunan dari tempat terpencil di wilayah Kerajaan Tayan melalui bidang informasi. Menurutnya, untuk memajukan bidang pendidikan bagi masyarakat belumlah cukup didapat dari sekolah, melalui media informasi sangatlah membantu dalam mencerdaskan masyarakat dimana masyarakat dapat mengenal berbagai kemajuan dari daerah lainnya sehingga masyarakat lokal mampu untuk bangkit, maju bersama sejajar dengan daerah-daerah lainnya.

Raja Tayan XIV Gusti Yusri, SH bertekad untuk mengangkat kembali seni dan budaya Keraton Tayan dengan menggelar Seni Budaya Keraton Pakunegara Tayan 2013. Berbagai macam seni dan budaya diperlombakan, mulai dari tingkat anak-anak hingga untuk dewasa. Usaha-usaha untuk menmperkenalkan kembali Keraton Pakunegara telah dilakukan, bermula dari penobatan Raja Tayan XIV hingga membuat perpustakaan mini di dalam keraton. Perpustakaan Keraton Pakunegara ini diprakarsai oleh Raja Tayan XIV M. Gusti Yusri, SH yang bergelar Panembahan Anom Pakunegara dengan maksud untuk mengaktifkan kembali keraton sebagai wadah pendidikan bagi masyarakat umum untuk lebih mengenal budaya Tayan.

Tujuan yang ingin dicapai beliau adalah mendekatkan nilai budaya kepada semua generasi dengan metode pendekatan yang sederhana, dan acara yang baru pertama kali diselenggarakan di Tayan ini mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat tayan. Lintas elemen pun saling bahu membahu untuk turut mensukseskannya, pertanda Keraton Tayan saat ini mulai merasa termiliki oleh setiap lapisan masyarakat Tayan HIlir.

Biografi :

Panembahan Anom Pakunegara Gusti Yusri, SH lahir di Tayan HIlir, Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat pada tanggal 18 Agustus 1964. Beragama Islam dan sebagai seorang Pimpinan Kapuas Pos (koran Jawa Pos Group). Sebagai Anggota PWI Cabang Kalbar: 1990-hingga sekarang, beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Biro Organisasi 2002-2006, Sekretaris PWI Cabang Kalbar, Bidang Komunikasi dan Kota Pontianak (2011-2016). Berbekal pengalaman jenjang bidang jurnalistik baik ditingkat kabupaten, provinsi, Indonesia umumnya negara-negara di Asia Tenggara, benua Asia hingga ke Eropa, Gusti Yusri bertekad bersama masyarakat dengan menerapkan berbagai disiplin ilmu yang telah didapat demi memajukan tingkat kesejahteraan masyarakat Sanggau seutuhnya melalui program-program pemberdayaan masyarakat.

Berbagai pengalaman didapat seperti organisasi jurnalistik (PWI Cabang Kalbar), Ketua Biro Organisasi (2002-2006), Sekretaris PWI Cabang Kalbar (2006-2011) Bidang Komunikasi dan Kota Pontianak (2011-2016) dan juga pernah menjadi pegawai di Kantor Penghubung Pontianak. Pengalaman akademik di Universitas Panca Bhakti Fakultas Pemerintahan dan Hukum (2003), Pendidikan Khusus Profesi Advocat (2005) dan Program Magister Ilmu Sosial FISIP Untan dalam proses penyelesaian. Sebagai Pemimpin Kapuas Post (koran Jawa Pos Group) yang menguasasi pasar wilayah timur di Kalimantan Barat, juga sebagai Wartawan/Koresponden Harian Akcaya (1987-sekarang yang berganti nama menjadi Pontianak Post) juga dikenal di kalangan akademik sebagai penasehat organisasi mahasiswa asal Tayan, dekat dengan berbagai tokoh lintas etnis dan kalangan birokrat, tokoh lintas agama dan juga sebagai orang yang mau berdiskusi dengan para cendikiawan/pemuda untuk menyerap lebih banyak masukan-masukan, keinginan dan kebutuhan masyarakat berbagai kalangan.

Penghargaan :

  • Penobatan Raja Tayan XIV di Keraton Pakunegara Tayan, 26 Mei 2012
  • Lencana Paripurna Pemerintah Republik Indonesia
  • Medali Kejuangan 55 tahun Indonesia Merdeka
  • Lencaba Pancawarsa II serta penghargaan dari bidang kebudayaan, dan
  • Kerajaan kerajaan se-Nusantara dan baru-baru ini mendapat penghargaan dari Kerajaan-kerajaan se-Borneo oleh Kesultanan Brunei Darussalam.

Sebagai seorang Raja Tayan XIV menurutnya, tanggung jawab ini akan dijalankannya sebaik mungkin, agar kerajaan ini bisa memberikan konstribusinya dalam pembangunan daerah khususnya di Kabupaten Sanggau. Sebagai seorang Raja, Gusti Yusri juga dipercaya oleh masyarakat Kota Tayan sebagai ketua Lembaga Pelestari Keraton Pakunegara Tayan dan Penasihat Sanggar Istana Rayang hingga dan juga sebagai Penasihat Sanggar Istana Rayang hingga saat ini. Sisi lain dari kehidupan seorang Gusti Yusri, bungsu dari 16 bersaudara putera mahkota dari Kerajaan Tayan dinobatkan sebagai Raja Tayan XIV pada tanggal 26 Mei 2012 di Istana Pakunegara Tayan. Jika dilihat dari sejarah kerajaan-kerajaan di Kalimantan Barat, Kerajaan Tayan memiliki hubungan kekeluargaan yang kuat dengan Keraton Sanggau.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s