Home

Lembaga Pelestari Keraton Pakunegara Tayan (Pakunegara Tayan Conservationists Institution) adalah sebuah wadah yang berupaya untuk melestarikan, mengembangkan nilai-tradisi Keraton Pakunegara Tayan di bidang Pendidikan, Sosial dan Keagamaan

Upaya ini mengacu pada UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG CAGAR BUDAYA dan pada hasil Komitmen internasional untuk membangun suatu jaringan kawasan konservasi yang dilindungi di dunia.

Sekretariat Lembaga Pelestarian Keraton Pakunegara Tayan
Akta Notaris W17.U6 / 221 / HK 001 / XII / 2012

Alamat @Keraton Pakunegara Tayan, Komplek Keraton Pakunegara Tayan, Jl. Swasembada No.18 RT.03 RT.01 RW.03 Desa Pedalaman, Kec.Tayan Hilir Kab. Sanggau

Ketua           : Panembahan Anom Pakunegara Gusti Yusri, SH  (Raja Tayan XIV)
Sekretaris   : Gusti Chaidir
Penasehat  : Drs. Gusti Ahmadi Abidin

1. Latar Belakang

Kerutan di wajah sebuah kota tua, yang terpelihara apik, menjadi begitu menarik dan merangsang wisatawan untuk datang, tak sekadar menjenguk, mengenang, tapi juga mencoba memahami mengapa sebuah peristiwa terjadi pada satu kurun waktu. Kemudian, bisa kekaguman yang muncul atau dalam kisah tertentu, berharap kejadian buruk di masa lalu tak terulang kembali.Warisan yang ada di setiap kota di dunia memiliki arti penting yang berbeda bagi penduduk kota itu sendiri, penduduk di negara di mana sebuah kota berada, atau bahkan bagi dunia.

Karakteristik suatu tempat atau lingkungan binaan tertentu bukan hanya sekedar mewadahi kegiatan fungsional secara statis, melainkan menyerap dan menghasilkan makna berbagai kekhasan suatu tempat antara lain setting fisik bangunan, komposisi dan konfigurasi bangunan dengan ruang publik serta kehidupan masyarakat setempat. Pentingnya pemahaman tentang culture dan karakteristik suatu daerah yang ada menjadi ciri khas untuk digunakan sebagai salah satu pertimbangan agar penghuni (masyarakat) tidak merasa asing di dalam lingkungannya. Sebagaimana tempat mempunyai masa lalu (linkage history), tempat juga terus berkembang pada masa berikutnya. Artinya, nilai sejarah sangat penting dalam suatu kawasan kota.

Aspek spesifik lingkungan menjadi indikator yang sangat penting dalam menggali potensi, mengatur tingkat perubahan serta kemungkinan pengembangan di masa datang, teori ini memberikan pengertian bahwa semakin penting nilai-nilai sosial dan budaya, dengan kaitan sejarah di dalam suatu ruang kota.

Beralihnya fungsi dari kepemilikan lahan dan pertumbuhan bangunan-bangunan baru, dirasakan sebagai dampak dari majunya teknologi yang menggeser prilaku dan budaya suatu kawasan dengan citra arsitektur lokal. Kondisi dan suasana ruang jalan yang terdapat pada kawasan tersebut tidak tertata dengan baik, kurang nyaman bagi pejalan kaki disaat kita menikmati panorama sederetan bangunan lama yang tidak memiliki identitas tersendiri atau atau yang lebih berkesan sebagai pencitraan kawasan yang khas, dengan kata lain dirasakan kurang menarik pada karakter fisik keruangannya. Karena suatu kawasan dapat digolongkan memiliki citra yang khas dikarenakan telah memenuhi tolak ukur meliputi estetika bangunan, tipologi bangunan, kejamakkan, tampilan peranan sejarah serta memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dari kawasan lainnya.

a. Sanggar Istana Rayang

Merupakan suatu wadah bagi para pelestari Seni dan Budaya yang bertujuan pengembangan Sumber Daya Manusia dalam bidang kemasyarakatan, berazas pada Pancasila dan UUD 1945. Sanggar Istana Rayang kegiatannya meliputi Kesenian Tradisional (Seni dan Budaya) pada umumnya.

Sekretariat Sanggar Istana Rayang

Nama Komunitas        : Sanggar Istana Rayang

Sekretariat                    : Keraton Pakunegara Tayan, Komplek Keraton Tayan Desa Pedalaman, Tayan Hilir

Email                             : keratontayan@yahoo.com

Ketua :                           : Ibu Haryani

Penasehat                   : Panembahan Anom Pakunegara Gusti Yusri, SH (Raja Tayan XIV)

 

b. Komunitas Pelestari Cagar Budaya (Tayan Heritage Community)

Adalah komunitas yang menawarkan kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang warisan budaya Indonesia yang kaya. Kegiatan beragam masyarakat, termasuk wisata, ceramah dan kelompok belajar, menyediakan batu loncatan untuk menemukan budaya, kehidupan, sejarah dan seni sebagai artefak Kota Tayan. Tayan Heritage Communty adalah sebuah komunitas bersama yang berupaya untuk melestarikan sisa-sisa peninggalan kejayaan sejarah Kota Tayan di masa lampau, antara lain seperti dibidang sosial masyarakat (adat dan kesenian), kelompok bangunan lama arsitektur lokal seperti Keraton dan bangunan tepian sungai, makam kuno, kawasan kota tua/lama dan lain sebagainya yang pernah menjadi saksi berdirinya Kota Tayan.

Komunitas Pelestari Cagar Budaya Tayan dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan masyarakat, penelitian dibidang arsitektur dan perencana, ahli tata ruang dan perencana kawasan pariwisata budaya serta sebagai sarana rekreasi baru bagi masyarakat di Kota Tayan dan sekitarnya.

Heritage, atau warisan berupa berbagai peninggalan dalam segala bentuk, penting bukan hanya sebagai sebuah identitas kota dan negara tapi juga bernilai ekonomi serta memberi dampak sosial. Budaya merekatkan manusia untuk mencipta saling pengertian yang membawa pada kedamaian dan keharmonisan.

Wisata budaya (cultural tourism) kini semakin mendapat tempat di hati wisatawan. Budaya selalu menjadi obyek wisata utama di seantero dunia. Namun sekitar tiga dasawarsa lalu, tren wisata budaya mulai terpecah, wisatawan mulai tertarik juga pada hasil peninggalan masa lampau yang menempel pada dinding-dinding bangunan di kota bersejarah, kota tua pada setiap negara yang mereka kunjungi. Tren wisata itu diberi nama heritage tourism atau cultural heritage tourism.

Warisan budaya sebuah negara mencakup semua kegiatan manusia di lingkungan nyata. Hal tersebut menjadi sumber informasi kehidupan dan kegiatan manusia yang tidak dapat digantikan, dan tentang sejarah perkembangan kerajinan, teknik dan seni. Karena monumen, tempat peninggalan bersejarah dan lingkungan budaya merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, maka pengelolaannya harus didasarkan pada perspektif jangka panjang. Monumen dan tempat budaya menjadi sumber ekspresi dan keindahan bagi banyak orang, dan masyarakat moderen dapat merasakan manfaat pemeliharaan dan penggunaan warisan budaya tersebut.

Sekretariat Komunitas Pelestari Cagar Budaya Tayan

Alamat                : Keraton Pakunegara Tayan, Komplek Keraton Tayan Desa Pedalaman, Tayan Hilir

Email                   : keraton.tayan@gmail.com

Penasehat         : Panembahan Anom Pakunegara Gusti Yusri, SH (Raja Tayan XIV)

Pembina             : Syamsurizal, ST.M.Sc
 Maksud dan Tujuan

  • Meningkatkan usaha-usaha atau program-program pelestarian warisan budaya pada tingkat nasional pada umumnya. Hal ini disesuaikan dengan peraturan-peraturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah mengenai perlindungan cagar budaya nasional.
  • Mencegah kemusnahan atau hilangnya warisan budaya sebagai, suatu usaha pencagaran keberadaannya warisan budaya dari jaman ke jaman di bumi Indonesia ini.
  • Menciptakan pelestarian dan pencagaran warisan budaya yang memiliki nilai-nilai kepribadian nasional serta menjadikan budaya daerah lebih berkepribadian nasional serta menjadikan budaya daerah lebih berkepribadian.
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengolah, memelihara dam melestarikan lingkungan alam sebagai nilai-nilai luhur warisan bagi penerus bangsa.

Tujuan

  • Menyebarluaskan pemahaman mengenai pentingnya warisan budaya lokal baik berupa warisan budaya, sebagai tiang pancang pembangunan kota yang berkelanjutan.
  • Menyelenggarakan kegiatan pelestarian alam, adat-budaya dan sekelompok bangunan (heritage) sebagai artefak kota dengan kearifan lokal.
  • Membantu untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian warisan budaya, budaya dan lingkungan alamnya.
  • Menciptakan lingkungan yang serasi, seimbang dan sejahtera, dengan ikut aktif dalam mencapai sasaran terciptanya pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
  • Mengadakan kegiatan professional untuk mengisi tujuan paguyuban yang erat kaitannya dengan pelestarian budaya dan lingkungan alam untuk tujuan pendidikan, penelitian dan inspirasi pembangunan.
  • Menciptakan kerjasama yang erat antar anggota yang terhimpun dalam wadah Komunitas Pelestarian Budaya Tayan.

Sasaran

  • Unsur pendidikan (SD, SLTP, SLTA) di Kota Tayan dan sekitarnya.
  • Masyarakat Kota Tayan umumnya sebagai pemilik dan pelaku pariwisata daerah.

Manfaat

Wisata heritage pada akhirnya juga membantu memelihara dan melestarikan cagar budaya/warisan daerah itu sendiri. Di dalam setiap kota tua masih lekat menempel sejarah sang kota, perjalanan hidup kota berabad lalu masih bisa terbaca hingga detik ini melalui bangunan tua, jalur kereta api, jembatan, kanal, kuliner, folklore, tradisi dan segala yang masih terus dilestarikan.

 

1. Bagi Kota Tayan

  • Membuat suasana Kota Tayan lebih berkarakter khusus sebagai sebagai kota lama tepian air.
  • Sebagai konsep baru pariwisata kawasan lama di tengah kota.

2. Bagi Dunia Pendidikan

  • Memberikan edukasi tentang kekayaan alam berupa bangunan dan kawasan cagar budaya sebagai embrio sejarah kejayaan masa lalu.
  • Menambah ilmu pengetahuan bagi dunia pendidikan kebudayaan khususnya di bidang seni dan arsitektur.

3. Bagi Masyarakat Kota Tayan

  • Meningkatkan kepedulian kepada masyarakat akan kelestarian dan kekayaan alam sebagai cagar budaya warisan leluhur yang harus dipertahankan.
  • Sebagai wadah bagi masyarakat untuk bersosialisasi, berkumpul bersama, bertukar pengetahuan hingga menumbuhkan semangat dan rasa memiliki dan menjaga keindahan tatanan Kota Tayan.

Kegiatan

  1. Pemberdayaan, Pelestarian dan Pengembangan Adat Tradisi dan Kebudayaan
  2. Edukasi, Kuliah umum tentang heritage, arsitektur kawasan dan tentang arkeologi kawasan
  3. Seni Budaya dan Pelaksana Upacara Adat
  4. Penelitian
  5. Simposium
  6. Seminar dan Workshop
  7. Pendidikan Formal dan Non Formal
  8. Bahasa dan Sastra
  9. Photografi
  10. Kerajinan tangan (handicraft).
  11. Makanan dan kebiasaan makan (foods and eating habits).
  12. Sejarah (history of the region).
  13. Cara Kerja dan Teknolgi (work and technology).
  14. Agama (religion) yang dinyatakan dalam cerita atau sesuatu yang dapat disaksikan.
  15. Bentuk dan karakteristik arsitektur di masing-masing daerah tujuan wisata (architectural characteristic in the area).
  16. Tata cara berpakaian penduduk setempat (dress and clothes).
  17. Kepemudaan dan Olahraga
  18. Kepariwisataan
  19. Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL)
  20. Teknologi Informasi dan Komunikasi
  21. Ekonomi Kerakyatan
  22. Aktivitas pada waktu senggang (leisure activities).

Jelajah Budaya

(salah satu cara menyikapi cagar budaya, dengan merekam di atas kertas foto dan memaknai kembali)

  • Jelajah Kota, kegiatan ini langsung diarahkan untuk memotret dan merekam bangunan cagar budaya, diantaranya bangunan-bangunan lama yang masih terdapat di tengahKota Tayan seperti pada kawasan Pasar Kawat, koridor Sungai Kapuas dan Sungai Dalam Tayan, kawasan Keraton Pakunegara Tayan, Situs Makam Raja-Raja Tayan, dan lain sebagainya yang masih banyak belum di temukan.
  • Jelajah Sungai Kapuas, kegiatan ini sebagai bentuk kecintaan kita terhadap ekosistim sungai yang telah member pengaruh besar terhadap pergerakan pembangunan Kota Tayan, perjalanan diawali dari Komplek Keraton Pakunegara Tayan, Situs Teluk Kemilun, Situs Rayang dan panorama Desa Kuno penginggalan kerajaan Tayan.

 

Keanggotaan

  1. Untuk menjadi relawan/volunteer atau anggota di Komunitas Pelestari Cagar Budaya Tayan (Tayan Heritage),  dapat meluangkan waktu, pemikiran, dan tenaga tanpa dibayar. Selama menjadi anggota Tayan Heritage memiliki komitmen untuk memberikan sumbangan berdasar keahlian yang kita miliki dan dapat bekerja dalam tim.
  2. Mempunyai visi yang sama yaitu melestarikan Benda Cagar Budaya. Tayan Heritage percaya bahwa identitas Kota Tayan, yang diperoleh dari budaya yang khas, adalah milik yang paling beharga dari kota ini dan karena itu perlu diperkokoh keberadaannya.
  3. Untuk itu Tayan Heritage Community mengajak semua orang untuk dapat berperan serta dalam upaya-upaya pelestarian bangunan dan atau kawasan bersejarah khususnya di Kota Tayan dan Indonesia pada umumnya dengan bergabung menjadi anggota.
  • Anggota Tayan Heritage berasal dari segala umur dan dari berbagai latar belakang.

 

 

Sekretariat Lembaga Pelestari Keraton Pakunegara Tayan

Sekretariat : Keraton Pakunegara Tayan, Komplek Keraton Tayan Jalan Swasembada No. 18 RT.03 RW.01  Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimatan Barat

Ketua                 :  Panembahan Anom Pakunegara Gusti Yusri, SH

Sekretaris         : Gusti Chaidir

Penasehat        :  Drs. Gusti Ahmadi Abidin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s