Home

Latar Belakang, Kerutan di wajah sebuah kota tua, yang terpelihara apik, menjadi begitu menarik dan merangsang wisatawan untuk datang, tak sekadar menjenguk, mengenang, tapi juga mencoba memahami mengapa sebuah peristiwa terjadi pada satu kurun waktu. Kemudian, bisa kekaguman yang muncul atau dalam kisah tertentu, berharap kejadian buruk di masa lalu tak terulang kembali.Warisan yang ada di setiap kota di dunia memiliki arti penting yang berbeda bagi penduduk kota itu sendiri, penduduk di negara di mana sebuah kota berada, atau bahkan bagi dunia. Karakteristik suatu tempat atau lingkungan binaan tertentu bukan hanya sekedar mewadahi kegiatan fungsional secara statis, melainkan menyerap dan menghasilkan makna berbagai kekhasan suatu tempat antara lain setting fisik bangunan, komposisi dan konfigurasi bangunan dengan ruang publik serta kehidupan masyarakat setempat. Pentingnya pemahaman tentang culture dan karakteristik suatu daerah yang ada menjadi ciri khas untuk digunakan sebagai salah satu pertimbangan agar penghuni (masyarakat) tidak merasa asing di dalam lingkungannya. Sebagaimana tempat mempunyai masa lalu (linkage history), tempat juga terus berkembang pada masa berikutnya. Artinya, nilai sejarah sangat penting dalam suatu kawasan kota. Aspek spesifik lingkungan menjadi indikator yang sangat penting dalam menggali potensi, mengatur tingkat perubahan serta kemungkinan pengembangan di masa datang, teori ini memberikan pengertian bahwa semakin penting nilai-nilai sosial dan budaya, dengan kaitan sejarah di dalam suatu ruang kota. Beralihnya fungsi dari kepemilikan lahan dan pertumbuhan bangunan-bangunan baru, dirasakan sebagai dampak dari majunya teknologi yang menggeser prilaku dan budaya suatu kawasan dengan citra arsitektur lokal. Kondisi dan suasana ruang jalan yang terdapat pada kawasan tersebut tidak tertata dengan baik, kurang nyaman bagi pejalan kaki disaat kita menikmati panorama sederetan bangunan lama yang tidak memiliki identitas tersendiri atau atau yang lebih berkesan sebagai pencitraan kawasan yang khas, dengan kata lain dirasakan kurang menarik pada karakter fisik keruangannya. Karena suatu kawasan dapat digolongkan memiliki citra yang khas dikarenakan telah memenuhi tolak ukur meliputi estetika bangunan, tipologi bangunan, kejamakkan, tampilan peranan sejarah serta memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dari kawasan lainnya.

Heritage, atau warisan berupa berbagai peninggalan dalam segala bentuk, penting bukan hanya sebagai sebuah identitas kota dan negara tapi juga bernilai ekonomi serta memberi dampak sosial. Budaya merekatkan manusia untuk mencipta saling pengertian yang membawa pada kedamaian dan keharmonisan. Wisata budaya (cultural tourism) kini semakin mendapat tempat di hati wisatawan. Budaya selalu menjadi obyek wisata utama di seantero dunia. Namun sekitar tiga dasawarsa lalu, tren wisata budaya mulai terpecah, wisatawan mulai tertarik juga pada hasil peninggalan masa lampau yang menempel pada dinding-dinding bangunan di kota bersejarah, kota tua pada setiap negara yang mereka kunjungi. Tren wisata itu diberi nama heritage tourism atau cultural heritage tourism. Warisan budaya sebuah negara mencakup semua kegiatan manusia di lingkungan nyata. Hal tersebut menjadi sumber informasi kehidupan dan kegiatan manusia yang tidak dapat digantikan, dan tentang sejarah perkembangan kerajinan, teknik dan seni. Karena monumen, tempat peninggalan bersejarah dan lingkungan budaya merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, maka pengelolaannya harus didasarkan pada perspektif jangka panjang. Monumen dan tempat budaya menjadi sumber ekspresi dan keindahan bagi banyak orang, dan masyarakat moderen dapat merasakan manfaat pemeliharaan dan penggunaan warisan budaya tersebut.

Komunitas Peduli Cagar Budaya tayan, Adalah komunitas yang menawarkan kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang warisan budaya Indonesia yang kaya. Kegiatan beragam masyarakat, termasuk wisata, ceramah dan kelompok belajar, menyediakan batu loncatan untuk menemukan budaya, kehidupan, sejarah dan seni sebagai artefak Kota Tayan. Tayan Heritage Communty adalah sebuah komunitas bersama yang berupaya untuk melestarikan sisa-sisa peninggalan kejayaan sejarah Kota Tayan di masa lampau, antara lain seperti dibidang sosial masyarakat (adat dan kesenian), kelompok bangunan lama arsitektur lokal seperti Keraton dan bangunan tepian sungai, makam kuno, kawasan kota tua/lama dan lain sebagainya yang pernah menjadi saksi berdirinya Kota Tayan. Komunitas Heritage Tayan dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan masyarakat, pelestarian kesenian tradisional, sastra dan bahasa Tayan, penelitian cagar budaya, arsitektur, kawasan purbakal serta pariwisata budaya yang nantinya berguna bagi masyarakat di Kota Tayan dan sekitarnya.

 Maksud dan Tujuan

  • Meningkatkan usaha-usaha atau program-program pelestarian warisan budaya pada tingkat nasional pada umumnya. Hal ini disesuaikan dengan peraturan-peraturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah mengenai perlindungan cagar budaya nasional.
  • Mencegah kemusnahan atau hilangnya warisan budaya sebagai, suatu usaha pencagaran keberadaannya warisan budaya dari jaman ke jaman di bumi Indonesia ini.
  • Menciptakan pelestarian dan pencagaran warisan budaya yang memiliki nilai-nilai kepribadian nasional serta menjadikan budaya daerah lebih berkepribadian nasional serta menjadikan budaya daerah lebih berkepribadian.
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengolah, memelihara dam melestarikan lingkungan alam sebagai nilai-nilai luhur warisan bagi penerus bangsa.

Tujuan

  • Menyebarluaskan pemahaman mengenai pentingnya warisan budaya lokal baik berupa warisan budaya, sebagai tiang pancang pembangunan kota yang berkelanjutan.
  • Menyelenggarakan kegiatan pelestarian alam, adat-budaya dan sekelompok bangunan (heritage) sebagai artefak kota dengan kearifan lokal.
  • Membantu untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian warisan budaya, budaya dan lingkungan alamnya.
  • Menciptakan lingkungan yang serasi, seimbang dan sejahtera, dengan ikut aktif dalam mencapai sasaran terciptanya pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
  • Mengadakan kegiatan professional untuk mengisi tujuan paguyuban yang erat kaitannya dengan pelestarian budaya dan lingkungan alam untuk tujuan pendidikan, penelitian dan inspirasi pembangunan.
  • Menciptakan kerjasama yang erat antar anggota yang terhimpun dalam wadah Komunitas Pelestarian Budaya Tayan.

Sasaran

  • Seluruh civitas akademika setingkat SD, SLTP, SLTA yang terdapat di Kota Tayan dan sekitarnya.
  • Masyarakat Kota Tayan umumnya sebagai pemilik dan pelaku pariwisata daerah.

Manfaat Komunitas, Wisata heritage pada akhirnya juga membantu memelihara dan melestarikan cagar budaya/warisan daerah itu sendiri. Di dalam setiap kota tua masih lekat menempel sejarah sang kota, perjalanan hidup kota berabad lalu masih bisa terbaca hingga detik ini melalui bangunan tua, jalur kereta api, jembatan, kanal, kuliner, folklore, tradisi dan segala yang masih terus dilestarikan.

1. Bagi Kota Tayan

  • Membuat suasana Kota Tayan lebih berkarakter khusus sebagai sebagai kota lama tepian air.
  • Sebagai konsep baru pariwisata kawasan lama di tengah kota.

2. Bagi Dunia Pendidikan

  • Memberikan edukasi tentang kekayaan alam berupa bangunan dan kawasan cagar budaya sebagai embrio sejarah kejayaan masa lalu.
  • Menambah ilmu pengetahuan bagi dunia pendidikan kebudayaan khususnya di bidang seni dan arsitektur.

3. Bagi Masyarakat Kota Tayan

  • Meningkatkan kepedulian kepada masyarakat akan kelestarian dan kekayaan alam sebagai cagar budaya warisan leluhur yang harus dipertahankan.
  • Sebagai wadah bagi masyarakat untuk bersosialisasi, berkumpul bersama, bertukar pengetahuan hingga menumbuhkan semangat dan rasa memiliki dan menjaga keindahan tatanan Kota Tayan.

Kegiatan

  1. Edukasi, Kuliah umum tentang heritage, arsitektur kawasan dan tentang arkeologi kawasan
  2. Work Shop
  3. Photografi Arsitektur
  4. Berbahasa (language).
  5. Masyarakat (traditions).
  6. Kerajinan tangan (handicraft).
  7. Makanan dan kebiasaan makan (foods and eating habits).
  8. Musik dan kesenian (art and music).
  9. Sejarah suatu tempat (history of the region).
  10. Cara Kerja dan Teknolgi (work and technology).
  11. Agama (religion) yang dinyatakan dalam cerita atau sesuatu yang dapat disaksikan.
  12. Bentuk dan karakteristik arsitektur di masing-masing daerah tujuan wisata (architectural characteristic in the area).
  13. Tata cara berpakaian penduduk setempat (dress and clothes).
  14. Sistem pendidikan (educational system).
  15. Aktivitas pada waktu senggang (leisure activities). 

Jelajah Budaya (salah satu cara menyikapi cagar budaya, dengan merekam di atas kertas foto dan memaknai kembali)

  • Jelajah Kota, kegiatan ini langsung diarahkan untuk memotret dan merekam bangunan cagar budaya, diantaranya bangunan-bangunan lama yang masih terdapat di tengahKota Tayan seperti pada kawasan Pasar Kawat, koridor Sungai Kapuas dan Sungai Dalam Tayan, kawasan Keraton Pakunegara Tayan, Situs Makam Raja-Raja Tayan, dan lain sebagainya yang masih banyak belum di temukan.
  • Jelajah Sungai Kapuas, kegiatan ini sebagai bentuk kecintaan kita terhadap ekosistim sungai yang telah member pengaruh besar terhadap pergerakan pembangunan Kota Tayan, perjalanan diawali dari Komplek Keraton Pakunegara Tayan, Situs Teluk Kemilun, Situs Rayang dan panorama Desa Kuno penginggalan kerajaan Tayan.

Keanggotaan, Untuk menjadi relawan/volunteer atau anggota di Komunitas Pelestari Cagar Budaya Tayan (Tayan Heritage),  dapat meluangkan waktu, pemikiran, dan tenaga tanpa dibayar. Selama menjadi anggota Tayan Heritage memiliki komitmen untuk memberikan sumbangan berdasar keahlian yang kita miliki dan dapat bekerja dalam tim. Mempunyai visi yang sama yaitu melestarikan Benda Cagar Budaya. Tayan Heritage percaya bahwa identitas Kota Tayan, yang diperoleh dari budaya yang khas, adalah milik yang paling beharga dari kota ini dan karena itu perlu diperkokoh keberadaannya. Untuk itu Tayan Heritage Community mengajak semua orang untuk dapat berperan serta dalam upaya-upaya pelestarian bangunan dan atau kawasan bersejarah khususnya di Kota Tayan dan Indonesia pada umumnya dengan bergabung menjadi anggota. Anggota Tayan Heritage berasal dari segala umur dan dari berbagai latar belakang.

Sekretariat Komunitas Pelestari Cagar Budaya Tayan

Komunitas Pelestari Cagar Budaya Tayan (Tayan Heritage Community)
Sekretariat Komunitas Keraton Pakunegara Tayan, Komplek Keraton Tayan Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat          Facebook Komunitas : Keraton Pakunegara Tayan

Penasehat : Panembahan Anom Pakunegara Gusti Yusri, SH (Raja Tayan XIV)

 

Slide1Sekretaris Lembaga,

Syamsurizal, ST. M.Sc., Adalah seorang seorang Architect dan Urban Design, Arsitek muda lulusan Akademi Arsitektur YKPN Yogyakarta atau yang lebih dikenal sebagai Kampus Mimpi kembali meneruskan pendidikan ke-Arsitekannya di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dengan menyabet gelar Sarjana Arsitektur (2003), lanjut berjalan waktu berbekal Mimpi dan berbagai hobbi, minat-bakat khusus, serta berjiwa petualang sang Arsitek kembali ke Kampus Arsitektur dan Perencana mengguluti disiplin Ilmu Tingkat Tinggi sebagai Master Disain Kawasan dan juga sebagai Perencana Kawasan Pariwisata di lantai 3 Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (2009). Rizal, generasi melayu yang lahir di Kotamadya Pontianak Provinsi Kalimantan Barat pada tanggal 3 Maret 1979 pernah mengikuti International Master’s Course in Sustainable Architecture and Urban Systems, Dept. of Urban Design, Planning. Graduate School of Human-Environmental Studies, local coordinator; Prof. Shigetomo KIKUCHI

INFORMASI PERSONAL :
NAMA SYAMSURIZAL, ST. M.Sc
TANGGAL LAHIR 03 Maret 1979, USIA 36 Tahun
ALAMAT Jl. Tabrani Ahmad Kompleks Griya Jawi Permai B.20, Kel. Paal V Pontianak Barat.
KEWARGANEGARAAN Indonesia dan TEMPAT KELAHIRAN Pontianak, Kalimantan Barat
HANDPHONE +62 823 54932225
E-MAIL : rizalyc7bra@gmail.com

 

Professional,

1. Urban Design, 2012 Program Pasca Sarjana Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Program S-2 Teknik Arsitektur Konsentrasi Desain Kawasan Binaan (MDKB)
2. Arsitektur, 2008 Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
3. Akademi Arsitektur, 2003 Akademi Teknik Arsitektur YKPN Yogyakarta

ORGANISASI

• Majelis Kerajaan Nusantara Kalimantan Barat (MKNKB)
• Lembaga Pelestari Keraton Pakunegara Tayan (LPKPT)
• ORARI Daerah Kalimantan Barat Lokal Sanggau, Callsign YC7BRA

Portofolio,

Arsitek PT. ERIAMAKMUR General Contractor and Supplier (Pontianak, Tahun 2003-2012)
Freelance Urban Design (Pontianak – Yogyakarta, Tahun 2009-2012)
Jaya Archiplano Indonesia, Design, Photografi, Analyst, Landscape, Rural Areas & Tourismplanners, Event Organizer

DESAIN

1. Sabdodadi Beauty City 2050, Masterplan Sub-Urban Kecamatan Sabdodadi dan Desa Manding Kabupaten Bantul. Pengembangan kawasan pinggiran kota Yogyakarta sbg Gerbang Kota Kawasan Selatan Yogyakarta (Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 2009)

2. Urban Kali Code, Elemen Sirkulasi Utama Mengatasi Permasalahan Tansportasi Umum dan Kelayakan Hunian Yang Nyaman di Bantaran Sungai Code, DIY. (Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 2010)

3. Malioboro Festival City, Revitalisasi Kawasan Pecinan Malioboro 2030, sebagai kawasan wisata ekonomi di tengah kota Yogyakarta (Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 2010)

4. Manajemen Sampah dan Saluran Pembuangan Kota, Kawasan Bantaran Sungai Winongo Yogyakarta, (Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 2011)

5. Keramba Ikan, Pembangkit Ekonomi Masyarakat Tepian Sungai Winongo Yogyakarta (Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 2010)

6. Penyusunan Rencana Bedah Desa, Desa Bungkang Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau (Bappeda Sanggau, 2012)

7. Masterplan Ruang Terbuka Hijau Bantaran Sungai di Kawasan Komplek Mess Pemda Sanggau, Kota Sanggau Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimantan Barat (Bappeda Sanggau, 2013)

8. Penyusunan Rencana Bedah Desa, Desa Semoncol – Makkawing Kecamatan Balai Kabupaten Sanggau (Bappeda Sanggau, 2013)

ANALISIS KAWASAN

9. Faktor Pembentuk Karakteristik Kawasan, Koridor Jalan H Rais A. Rahman Koridor Sungai Jawi Pontianak (Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 2011)

SURVEY & STUDI KELAYAKAN

10. Studi Kelayakan Penentuan Calon Ibukota Calon Kabupaten Sekayam Raya, Kecamatan Sekayam Pemekaran Wilayah Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimantan Barat (Bappeda Sanggau, 2013)

11. Studi Kelayakan Penentuan Calon Ibukota Calon Kabupaten Tayan, Kecamatan Tayan Hilir Pemekaran Wilayah Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimantan Barat (Bappeda Sanggau, 2013)

12. Studi Kelayakan Pemugaran Keraton Pakunegara, Kerajaan Tayan, Desa Pedalaman Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau (Lembaga Pelestari Keraton Pakunegara, Tayan 2013)

13. Database Penyediaan Air Bersih Kabupaten Sanggau (Bappeda Sanggau, 2013)

14. Bookleat Profil Kabupaten Sanggau 2013 (Bappeda Sanggau, 2013)

15. Survey dan Pemetaan RTH Kawasan Permukiman Tanjung Kapuas Sempadan Sungai Kapuas, Kelurahan Tanjung Kapuas Kota Sanggau, Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimantan Barat (Bappeda Sanggau, 2013)

PROGRAM PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

16. Revitalisasi Kampung Kerajaan Tayan, Desa Pedalaman Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau, Propinsi Kalimantan Barat melalui Penataan Koridor Sungai Kapuas Tayan Sebagai Model Atraksi Wisata Tepian Sungai dan kampung Kerajaan Sebagai Pusat Kegiatan.(Lembaga Pelestari Keraton Pakunegara Tayan, 2013)

17. Supervisi Calon Bupati Sanggau 2014-2019 Pasangan dr. Lambok Siahaan dan Gusti Yusri, SH (Lembaga Pelestari Keraton Pakunegara Tayan, 2013)

18. Keramba Jaring Apung, Bantaran Sungai Kapuas Desa Pedalaman Tayan. Peningkatan kesejahteraan nelayan dengan Budidaya Ikan Air tawar Motivator masyarakat desa di sekitar keraton Pakunegara Tayan (Lembaga Pelestari Keraton Pakunegara Tayan, 2013)

19. Entikong International Cargo Terminal (ICT), analisis teknis perencanaan terminal barang internasional di Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat (Bappeda Sanggau, 2013)

20. Proposal Pembangunan Jalan Poros Desa di Kawasan Perbatasan Negara, Kecamatan Entikong (Bappeda Sanggau, 2013)

21. Sabang Merah di Batas Negeri, Proposal Sanggau Expo 2015 – 2016 (Tahun 2014)

22. Keraton Pakunegara Tayan Dalam Dalam Membangun Kemandirian Ekonomi Kerakyatan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah di lingkungan Keraton Pakunegara Tayan, sebagai penguatan ketahanan ekonomi di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimantan Barat (Lembaga Pelestari Keraton Pakunegara Tayan, 2014)

23. Kampong Kerajaan Sebagai Elemen Revitalisasi Kawasan Melalui Eksistensi Desa Adat dan Kelembagaan Lokal, Keraton Pakunegara Tayan, Desa Pedalaman Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. (Lembaga Pelestari Keraton Pakunegara Tayan, 2014)

24. Sarasehan Pengembangan Investasi Daerah Dalam Penguatan Sosial Ekonomi, Masyarakat Adat Keraton Pakunegara Tayan, Kecamatan Tayan Hilir kabupaten Sanggau Kalimantan Barat, Pelatihan dan pengembangan SDM adalah suatu kegiatan untuk meningkatkan kapasitas SDM agar bisa menjadi sumber daya yang berkualitas baik dari segi pengetahuan, keterampilan bekerja, tingkat professionalisme yang tinggi dalam bekerja agar bisa meningkatkan kemampuan untuk mencapai ketahanan ekonomi masyarakat adat di lingkungan Keraton Pakunegara Tayan dengan baik. (Lembaga Pelestari Keraton Pakunegara Tayan, 2015)

25. Seminar dan Fasilitasi Peralatan Kemasan Label Produk Gula Tayan, dasar-dasar produksi kemasan produk, dan siap menghadapi AFTA mendatang bagi UMKM di Lingkungan Keraton Pakunegara Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau. (Lembaga Pelestari Keraton Pakunegara Tayan, 2015)

26. Konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) Sarana Transportasi Sungai di Kota Tayan, Mengurangi pemakaian BBM, mengurangi pencemaran udara, menguntungkan pengguna dan memberikan peluang usaha bagi 90 orang penambang motor air di Kota Tayan, Kecamatan Tayan Hilir.(Lembaga Pelestari Keraton Pakunegara Tayan, 2015)

27. Pelatihan Pembuatan Joran Pancing (Lembaga Pelestari Keraton Pakunegara Tayan, 2015)

28. Pelatihan Seni Ukir dan Raut kayu (Lembaga Pelestari Keraton Pakunegara Tayan, 2015)

29. Pelatihan Tenun Pembuatan Kain Songket Tayan (Lembaga Pelestari Keraton Pakunegara Tayan, 2015)

30. Supervisi Calon Bupati Sambas 2015-2020, Bambang Sutrisno (Pontianak, 2015)

31. Pembuatan 2 Film Dokumenter Program Unggulan Pemerintah Kabupaten Sanggau dengan judul “Karet Masuk Sekolah” dan “Sampah Jadi Rupiah”, Mei 2015 (Bappeda Sanggau, 2015)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s