Home

1005376_742374622443851_1888440124_nSanggar Istana Rayang, Merupakan Komunitas Pelestari Budaya Keraton Pakunegara Tayan yang dirikan oleh Ibu Anik dengan maksud sebagai upaya pelestarian seni budaya di kalangan masyarakat, perlu diupayakan proses pewarisan baik yang dilakukan oleh pewaris seni maupun masyarakat dalam bentuk pembelajaran seni budaya di sanggar. Pewarisan atau yang disebut juga dengan transmisi adalah proses peralihan sesuatu dari suatu generasi ke generasi berikutnya.

Visi Sanggar Istana Rayang Adalah ebagai pusat pengembangan seni dan budaya di wilayah Tayan, Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimantan Barat dan juga sebagai sebagai wadah komunikasi bagi komunitas seniman dan budayawan.

Misi Istana Rayang untuk menjadikan seni budaya sebagai kesenian yang melekat dalam kehidupan masyarakat dengan menyelenggarakan pagelaran seni budaya, di Tayan pada Khususnya dan Seluruh Indonesia Pada Umumnya bahkan Go Internasional dengan mengikuti festival seni dan budaya yang diselenggarakan di luar negeri.

Tujuan didirikannya Sanggar Istana Rayang adalah sebagai berikut :

  • Menyelenggarakan layanan pendidikan non formal pada setiap jenjang yang berakar pada nilai-nilai kebudayaan Tayan pada khususnya dan kebudayaan nasional Indonesia pada umumnya.
  • Menciptakan suatu karya seni yang menjadi ciri khas dari daerah Tayan, sebagai wujud kepedulian melestarikan kebudayaan bangsa.
  • Melestarikan seni budaya pada anak didik dengan cara mengajarkan berbagai macam bentuk kesenian, baik itu seni tari, seni pantun, seni syair, seni musik, seni rupa, seni suara, seni kraf tangan, seni ukir, seni anyaman, seni tembikar, seni tenunan, seni tembaga , drama tradisional, dan permainan tradisional.

IMG_6879Latar Belakang di dirikannya Komunitas Budaya tersebut dikarenakan sebagian besar masyarakat seleranya mulai beralih pada seni modern, atau mungkin juga karena kesenian – kesenian tradisional yang ada dinilai masih dirasakan ada kekurangan – kekurangan dibanding seni modern yang mulai melanda masuk ke desa. Seni Budaya memiliki sifat multilingual, multidimensional, dan multikultural. Multilingual bermakna pengembangan,menumbuhkan,serta meningkatkan kemampuan mengekspresikan sesuatu secara kreatif dengan berbagai cara dan media seperti bahasa rupa, bunyi, gerak, peran dan berbagai perpaduannya. Multidimensional bermakna pengembangan beragam kompetensi meliputi konsepsi (pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi), apresiasi, dan  kreasi dengan cara memadukan secara harmonis unsur estetika, logika, kinestetika, dan etika. Sifat multikultural mengandung makna pendidikan seni menumbuh kembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya Nusantara dan mancanegara.  Hal ini merupakan wujud pembentukan sikap demokratis yang memungkinkan seseorang hidup secara beradab serta toleran dalam masyarakat dan budaya yang majemuk.

IMG_6827Berbagai bentuk dan jenis kesenian yang terdapat di Tayan, yaitu teater, tari, musik, nyanyian, dan sastra. Para penghayat kesenian di perkotaan umumnya merasa asing terhadap kesenian tradisional. Oleh karena itu, diperlukan penghubung yang apresiatif dengan memperkenalkan segala jenis dan bentuk kesenian tradisional di perkotaan. Dengan demikian, kesenian kontemporer yang tumbuh, hidup, dan berkembang di perkotaan akan mempunyai fondasi yang kokoh dan ranggi dalam memberikan sumbangan bagi kesenian nasional.

Rencana Pemanfaatan Musik tradisional Tayan sejak dahulu, instrumen musiknya berupa Ensambel (ensemble). Sejak sistem kerajaan di Keraton Pakunegara tidak berfungsi sebagai tampuk pemerintahan, seiring perkembangan sistem pemerintahan dan perkembangan pengaruh-pengaruh luar, musik tradisional Tayan sedikit demi sedikit mulai berubah dan memudar.

IMG_6840Sejarah kesenian Tayan dapat ditelusuri dengan melihat pengaruh dunia luar dalam seni budaya dan tradisi, musik, lagu, serta tari. Pengaruh ini terjadi karena hubungan persaudaraan, perdagangan dan kerjasama dimasa lalu. Ciri khas seni budaya dan tradisi Tayan sendiri diantaranya banyak dipengaruh beberapa budaya, selain seni budaya dan adat tradisi Dayak Tebang yang dibawa oleh istri Gusti Lekar, Raja Pertama Keraton Pakunegara Tayan yaitu Encik Periuk, dalam perkembangan kesenian Tayan banyak dipengaruhi budaya Hindu, yang disebarkan melalui keturunan kerajaan Tanjungpura (Prabu Brawijaya), Gusti Lekar merupakan keturunan dari Prabu Brawijaya dan kebudayaan Islam melalui kerajaan Brunei yang dulu pernah menguasai wilayah Tayan, sehingga diantara pengaruh-pengaruh tersebut telah mewarnai kesenian Tayan, baik nada dan gerak tari yang disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat setempat. Sebagai contoh salah satu pengaruh Islam, tergambar dalam tari atau rentak Zepin, sementara pengaruh Hindu dapat dilihat dengan penggunaan Gong dan kenong pada penggunaan alat musik tradisional Tayan, dan pada upacara adat Keraton Pakunegara Tayan, musik tradisional dari kampung Entangis merupakan kelompok pemain gendang tradisional Dayak Entangis yang selalu mengiringi setiap upacara adat di keraton Tayan.

IMG_6825Ragam alat musik seperti gendang, kenong, biola (violl), akordion, organ (keyboard), termasuk media musik utama, adapun alat-alat musik tersebut dapat dikolaborasikan dengan alat-alat musik modern. Ada dua klasifikasi alat-alat musik (instruments) dalam masyarakat. Pertama, alat musik yang dianggap “asli dan tradisional” seperti: rebab, gendang, gong, dan lain-lain. Kedua, alat-alat musik Barat atau alat-alat musik modern, yaitu akordion, gitar akustik/listrik, biola electrec/viol, keyboard, dan lain-lain. Alat musik yang dimaksud merupakan kompilasi antara alat musik modern, dengan alat-alat musik tradisional. Sehingga menghasilkan instrumen bunyi musik yang selaras dan enak didengar. Menurut Fuad Ams(1992: III/AcuanMusik), “kita harus mengakui bahwa pada zaman ini, kita terpaksa memakai peralatan musik Barat”.

Alat musik tradisional memiliki bermacam-camam fungsi, antara lain fungsi yang sifatnya individual dan sosial. Fungsi yang bersifat individual, yakni sebagai ungkapan atau ekspresi jiwa dan sebagai kepuasan batin bagi penciptanya. Di samping itu, musik dapat berfungsi sosial, yakni kehadiran seni musik mempunyai peranan besar dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, di antaranya menjadi media hiburan, komunikasi, pendidikan, perdagangan, kemiliteran, dan keagamaan. Pada kegiatan seni budaya di Sanggar, alat musik digunakan untuk mengiringi tarian atau lagu-lagu tradisional. Berikut beberapa alat musik tradisional yang akan dipergunakan:

Rebana Ubi, Alat musik ini sangat terkenal sejak zaman kerajaan melayu kuno. Rebana ubi sering digunakan saat upacara pernikahan.Selain itu Rebana ubi juga digunakan sebagai alat komunikasi sederhana pada zaman itu karena bunyinya yang cukup keras. Jumlah pukulan pada rebana ubi memiliki makna tersendiri yang telah dipahami oleh masyarakat saat itu. Alat musik ini sangat terkenal sejak zaman kerajaan melayu kuno. Rebana ubi sering digunakan saat upacara pernikahan.Selain itu Rebana ubi juga digunakan sebagai alat komunikasi sederhana pada zaman itu karena bunyinya yang cukup keras. Jumlah pukulan pada rebana ubi memiliki makna tersendiri yang telah dipahami oleh masyarakt saat itu. Kompang merupakan alat musik melayu yang paling populer saat ini, kompang banyak digunakan dalam berbagai acara-acara sosial seperti pawai hari besar keagamaan. Selain itu alat musik ini juga digunakan untuk mengiringi lagu gambus. Kompang memiliki kemiripan dengan rebana tetapi tanpa cakram logam gemerincing di sekelilingnya. Akordion, Alat musik ini dimainkan dengan cara dipompa, dan biasa dimainkan untuk mendukung intrumen musik tradisional. Sape, Alat musik ini terbuat dari berbagai jenis kayu ( kayu arrow, kayu kapur, kayu ulin) yang dibuat secara tradisional. Dibuat dengan 3 senar, 4 senar dan 6 senar. Biasanya sampe’ akan diukir sesuai dengan keinginan pembuatnya, dan setiap ukiran memiliki arti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s