Home

Keraton Pakunegara Tayan terletak di Desa Pedalaman tepi Sungai Kapuas yang awalnya merupakan rumah tinggal bagi keluarga kerajaan Tayan setelah keraton ke 2 (dua) di kawasan Teluk Kemilun yang letaknya tidak jauh dari pusat Kota Tayan. Bangunan berlantai 2 (dua) dengan arsitektur rumah panggung Melayu pada umumnya dengan berbahan utama kayu belian (ulin) atau lebih dikenal dengan nama kayu besi yang diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Gusti Lekar Raja Tayan pertama yang memerintah dari tahun 1683 – 1718.

balai rung.intlantai atas

 

 

 

 

karakteristik bangunan tersebut terdiri dari :

  1. Denah lantai bawah bangunan induk berukuran panjang 36,70 M, panjang 14,60 M, yang terdiri dari : Ruang Balairung Sari dengan ukuran : 14,60 x 10,10 M; Bilik Penampil berukuran : 5,30 x 10,50 M ; Ruang Khazanah (ruang umum) berukuran : 22,80 x 7,40 M; Ruang Duduk Raja berukuran : 3,80 x 3,40 M; Tujuh Kamar Tidur berukuran : 3,80 x 7,40 M; Enam Kamar Tidur berukuran : 3,80 x 3,80 M
  2. Denah Lantai atas berukuran 18,80 x 7,40 M
  3. Disamping bangunan induk, dibagian kiri bangunan terdapat bangunan dapur dan gudang, yang berukuran 8,70 x 4,00 M dan 6,30 x 10,00 M
  4. Luas keseluruhan bangunan bangunan yaitu 632 meter persegi yang terdiri dari Bangunan Induk : 535, 80 Meter, Dapur : 63,00 Meter, Gudang : 33,20 Meter.

Arsitektur dan tata seni rupa keraton tayan tidak lepas dari tata kehidupan masyarakat serta dipengaruhi pula oleh kondisi geografis dan ekosistem saat itu.

Denah Lantai Utama Keraton

Bangunan Utama Keraton, Ditinjau dari segi tata ruang bangunan terdiri dari ruang profan, anjungan (teras) bangunan inti, yang disebut Balai Rung Sari adalah teras atau pendopo yang berfungsi sebagai ruang tamu, ruangan sakral adalah ruangan inti istana yang terdiri dari ruang Khasanah, ruang singgasana dan kamar-kamar para keluarga Raja.

sirkulasi

Sirkulasi Ruang

Pada ruang khasanah ini pula berfungsi sebagai tempat pertemuan atau sidang keluarga, dan untuk upacara pernikahan putra putri Raja. Diatas ruang inti terdapat ruangan atas (lantai 2), dan ruangan ini terbuka tidak menggunakan sekat maupun kamar. Yang berfungsi untuk ruangan anak-anak Raja dan untuk mencapai keruangan ini dihubungkan oleh tangga naik dari ruangan Khasanah dibagian kiri.

 

 

FUNGSI RUANG

balai rung

Rg Balai Rung Sari pada Denah Lantai utama

RUANG BALAIRUNG SARI berada dilantai utama bangunan induk berukuran panjang 36,70 meter, panjang 14,60 meter. Sebelum mencapai balai, didepannya terdapat tangga kayu belian, bagian depan istana yang disebut balairung ini merupakan ruang yang berukuran 10 x 14,60 meter berdinding papan belian dan bagian depannya dipasang jendela-jendela kaca.

Ruangan balairung ini merupakan bangunan tambahan yang dibuat oleh Panembahan Gusti Djafar (Panembahan Anom Adi Negara) pada tahun 1931. Ruangan ini dahulu berfungsi sebagai tempat Raja menerima tamu penting seperti Residen Belanda dan pertemuan dengan para pejabat Kerajaan.

IMG_0122

kamar pusaka, saat ini bersebelahan dengan ruang perpustakaan mini keraton

RUANG PUSAKA
Disudut sebelah kanan ruangan ini terdapat sebuah kamar untuk menyimpan benda-benda pusaka kerajaan, seperti pakaian kebesaran Raja yang tersimpan dilemari,beberapa senjata tombak, payung kerajaan yang sudah rusak. Disamping itu terdapat pula jenis senjata lain seperti keris bersarung emas, golok bersarung perak dan dua meriam kecil yang dianggap keramat dan selalu ditutupi dengan kain berwarna kuning. Selain itu dalam ruangan ini tersimpan pula beberapa alat gamelan seperti kenong, guci keramik dan sebagainya.

20130217_140604

Balai Sidang yang neyatu dgn Balai Rung

BALAI SIDANG
Sebelum menuju kedalam balai sidang, terdapat ruangan larian atau ruang perantara untuk menuju kedalam ruang utama dan sebelah kirinya terdapat pintu dan tangga, diruang larian ini terdapat 1 set bangku kuno. Untuk menuju keruangan balai/ruang sidang initerdapat dua pintu dikanan kirinya. Pada ruang utama (induk) ini terbagi 3 ruang dengan dinding panel. Ruang-ruang tersebut adalah ruang balai sidang, ruang singgasana dan ruang tidur (kamar) yang memiliki 13 buah kamar. Ruang balai sidang ini terletak tepat ditengah-tengah, berukuran 22,80 x 14,60 meter. Dahulu ruangan ini berfungsi sebagai ruang pertemuan keluarga, ruang upacara pernikahan dan ruang rapat para staf kerajaan.

IMG_0108

Ruang perpustakaan mini yang dahulunya sebagai Ruang Pribadi Keluarga Kerajaan

KAMAR PRIBADI Selain itu didalam ruang induk ini terdapat 13 buah kamar dikanan kirinya. Kamar-kamar ini sebagian besar mempunyai jendela yang dilengkapi teralis-teralis dan umumnya tidak memakai daun pintu. Dan hanya dua kamar yang menggunakan daun pintu yaitu kamar Raja yang terletak disudut kanan ruang utama. Dibagian atas ruang utama (induk) ini diatasnya terdapat ruangan lantai II (atas) berukuran 16,80 x 7, 40 meter, untuk mencapai ruangan lantai atas terdapat tangga naik disisi kanan yang ujung bawahnya bertumpudilantai ruang utama (induk). Adapun ruang-ruang yang dipergunakan merupakan beberapa kamar pribadi yang terdapat di ruang utrama Keraton yang sudah dilakukan perbaikan pada ruang tersebut

SINGASAIMG_0098NA RAJA
Ruangan ini berukuran 3,80 x 7,40 meter terletak dipaling belakang bangunan, dan paling tinggi kedudukan lantainya. Yang mana merupakan tempat Raja dan Permaisuri pada zaman dahulu (karena tidak memakai kursi singgasana). Dibagian depan ruang singgasana terdapat ukiran atau ragam hiasan floralistis dan pada dinding terdapat lukisan foto Gusti Ismail dengan gelarsingasana Panembahan Pakunegara. Kondisi ruang singgasana ini sudah sangat rusak dan tidak terawat lagi, tiang, dinding, lantai dan atap telah mengalami kemiringan, bocor dan pelapukan/ keropos yang disebabkan oleh binatang anai-anai atau rayap.

Singasana Raja Tayan masih didapati utuh terdapat dibagian belakang ruang utama keraton sebagai pembatas ruang tengah utama, altar yang dilengkapi dengan kursi mahkota kerajaan dan dinding altar yang diukir bercorak melayu. Disini jelas terlihat dari ornamen lisplang yaitu hiasan tumpal dan pada gambar ornamen yang berpolakan flora warna-warni alam dan sulur-sulur geononetris, ornamen ini terdapat pada ruang duduk raja. Sedangkan benda-benda pusaka dan aksesoris lainnya masih terpelihara dengan baik oleh anggota keluarga kerajaan yang tinggal di sekitar keraton untuk menjaga dan melestarikan barang-barang pusaka tersebut.

20130217_141330IMG_0133

DAPUR, Disamping bangunan induk, dibagian kiri bangunan terdapat bangunan dapur dan gudang, yang berukuran 8,70 x 4,00 M dan 6,30 x 10,00 M. Ruangan ini terletak disebelah kanan bangunan dan saat dilakukan penelitian ruangan dapur ini telah rusak parah dan yang masih tersisa hanya bagian lorong (larian) menuju ke dapur.

lantai atas

denah lantai atas

RUANGAN ATAS, atas terdapat 14 buah jendela yang dilengkapi dengan teralis disekeliling dindingnya. Menurut ahli waris Bapak Gusti Ismail, bahwa ruang tersebut pada jaman dahulu berfungsi sebagai ruangan untuk menenun kain bagi para putri-putri Raja.

 

 

IMG_0043 KERANGKA ATAP Bangunan Istana Keraton Tayan menggunakan penutup atap dari sirap. Bentuk atapnya berbentuk limas majemuk (melihat dari bentuk limas majemuk tersebut terlihat adanya pengaruh arsitektur eropa). Bentuk sirap adalah berbentuk rencong penuh yang berukuran tebal 0,5 cm, lebar 15 cm dan panjang 50 cm. Bubungan atap menggunakan kayu ulin yang dibentuk menyerupai tudung bentu segitiga sama kaki yang berukuran tebal 2 cm, lebar 20 cm. Bentuk bubungan seperti ini hanya terdapat di daerah Kalimantan Barat pada umumnya.

IMG_0030RANGKA ATAP, Konstruksi kerangka atap menggunakan kuda-kuda, jurai bersilangan membentuk segitiga sama kaki yang bertumpu pada nok menggunakan balok sengkang, tidak menggunakan tiang kuda-kuda atau ander. Kaki kuda-kuda bagian bawah bertumpu pada muurplaat (balok pengerat) dan bagian atas bersilangan. Diperkuat dengan pasak kayu. Ukuran kaki kuda-kuda 12 x 18 cm menggunakan bahan kayu ulin (belian). Untuk kedudukan pemasangan kaso (usuk) dan reng dipasang gordyn/ gording dengan jarak pasang 1,5 m. Gording tersebut berukuran 8 x 10 cm, sedangkan kaso berukuran 5 x 7 cm dipasang dengan jarak 35 cm dan reng yang digunakan berukuran 3 x 4 cm dipasang dengan jarak 13 cm. Pemasangan gording kaso maupun reng dipasang menggunakan paku. LISPLANG ATAP dibuat dari kayu ulin dengan ukuran tebal 2 cm dan lebar 20 cm serta bentuk hiasan bulat-bulat tumpal.

IMG_0026

model jendela keraton,

20130217_141415

JENDELA empat persegi panjang, rangka dari kayu ulin. Semua jendela berukuran sama ,yaitu tinggi 1,60 m dan lebar 1,20 m, rangka jendela menyatu dengan rangka dinding yang berukuran tebal 8 cm dan tinggi 10 cm. Lobang jendela menggunakan jeruji/ teralis dari kayu ulin yang berukuran 3/3 cm. Daun jendela krepyak pada bidang atas dan pada bidang bawah panel, jumlah jendela seluruhnya 38 buah terletak diruang atas 17 buah dan ruang bawah 21 buah.

 

Pintu utama IMG_0121berukuran tinggi 2,20 m dan lebar 1,20 m terdiri dari dua daun pintu, pada bangunan ini terdapat empat pintu utama yaitu dua buah yang menghubungkan antara ruang balairung sari dengan ruang penampil. Dibagian sisi kanan terdapat satu buah pintu panil yang berukuran tinggi 2,20 m dan lebar 1,20 m yang terletak pada ruang penampil. Dan dua buah yang menghubungkan antara ruang penampil dengan ruang utama (khasanah). Konstruksi pintu kori, yaitu menggunakan engsel lock (engsel terbuat dari kayu) yang mana engsel menyatu dengan daun pintu, ram (kerangka) daun pintu sekaligus menjadi engselnya dan masuk langsung keambang bawah dan ke ambang atas, bahkan kunci pintu pun menyatu dengan daun pintu (kunci selobok terbuat dari kayu).

1043991_4998431840841_765075958_nPENDOPO ini terletak di depan ruang utama keraton yang dibatasi oleh selasar pada bagian depan ruang utama keraton. Pendopo Pakunegara Tayan berbentuk rumah panggung yang melebar kesamping mengikuti lebar rumah induk (keraton) namun pendopo ini lebih rendah dari bangunan utama (keraton). Dibanding dengan unit bangunan di kompleks keraton lainnya, secara struktural pendopo ini masih kokoh berdiri tegak namun didapati b20130217_140302agian dinding, atap dan lantai yang sudah lapuk. Bahan utama struktur terbuat dari kayu ulin (kayu besi/kayu belian). Pada bagian lantai depan pendopo lebih rendah dari ruang utama pendopo, dilengkapi dengan tangga yang terletak dibagian depan ditengah pendopo dan disamping kanan pendopo yang menyatu dengan selasar depan ruang utama keraton.

denahAdapun fungsi dari pendopo ini adalah sebagai ruang penerima tamu sebelum memasuki ruang utama di dalam keraton dimana pendopo ini dilengkapi dengan 2 (dua) ruangan/kamar didalamnya.

 

 

Konstruksi Keraton, Secara teknis bangunan ini berbentuk rumah panggung terdiri dari konstruksi rangka kayu lantai papan. Dinding papan dan atap sirap yang ditopang oleh 12 buah tiang pokok yang dipancangkan kedalam tanah dan sekaligus sebagai rangka bangunan. Tiang tersebut pada bagian bawah berukuran 27 x 27 cm dan pada bagian atas 22 x 22 cm ketinggian 9,20 M dari permukaan tanah. Disamping itu pula, terdapat tiang kerangka yang berukuran 17 x 17 cm dan tinggi 5,20 m dari permukaan tanah. Sebagai penyanggah lantai ada pula tiang-tiang penopang yang berukuran 17 x 17 cm dan tinggi 2,20 m dari permukaan tanah.

IMG_0891Tiang-tiang dan kerangka bangunan terbuat dari bahan kayu ulin (belian), sebagai pengikat (kokohnya), berdirinya bangunan tiang-tiang tersebut diikat dengan balok ikat (racuk) kayu ulin berukuran 12 x 20 cm, berfungsi pula sebagai kedudukan tumpuan gelegar penyanggah papan lantai. Pada bagian bawah 15 cm dari permukaan tanah dirangkai dengan balok ikat sebagai stabilitas berdirinya tiang-tiang kerangka bangunan supaya tidak goyah, balok ikat tersebut berukuran 12 x 18 cm, dipasang memanjang dari arah muka ke belakang, dan melintang dari arah samping dari tiang ke tiang. Sedangkan balok-balok gelegar penyanggah papan lantai berukuran 8 x 10 cm dipasangkan dengan jarak 50 cm.

IMG_0133Papan lantai berukuran 2 x 12 cm dibuat dari kayu ulin dan pemasangannya menggunakan sistem alur pen. Untuk memperkuat ikatan sambungan atau pertemuan tiang dan balok ikat digunakan pasak kayu maupun bambu. Dindin20130217_141548g bangunan terbuat dari bahan kayu ulin, Dinding depan Keraton Pakunegara Tayan pada bagian depan bawah dipasang papan dengan ukuran 2 x 15 cm dengan ketinggian 1, 70 m. Diatas dinding ini terdapat dinding dari papan berukuran 4 x 5 cm dengan pemasangan secara diagonal (bersilangan) setinggi 80 cm. Diatasnya terdapat pasangan kaca mati berbentu kotak-kotak, dengan tinggi keseluruhan 1,20 m, diatasnya papan dengan ukuran 50 cm dipasang tegak. Dinding samping kiri dan kanan. Dinding kiri dan kanan ini merupakan dinding dari ruangan dilantai I, yang dipasang tegak dari kayuulin berukuran tebal 2 cm x lebar 15 cm x panjang 4,50 m. Sistem pemasangannya menggunakan sambungan papan secara alur atau pen.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s