Home

Pengembangan sistem keruangan wisata terpadu melalui pembentukankluster-kluster wisata dengan pengembangan tema khusus.
Wisatawan mengenai produk wisata (mencakup objek atau layanan) dapat diciptakan melalui penetapan zona-zona tematis, yang berupa objekobjek dengan keunikan karakteristik dan atraksi wisata menarik, yang diintegrasikan terpadu dan efisien, sehingga memiliki pembeda khas dengan produk di daerah wisata lainnya.

Pengembangan objek dengan tema-tema khusus ini selain menciptakan alternatif pilihan baru bagi wisatawan, juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya peluang-peluang usaha bagi masyarakat di sekitarnya.

ll

Implementasi,
Penetapan dan pengembangan klusterkluster obyek dengan karakter produk wisata khusus (tematik), meliputi: kebaharian, ekologi pantai, perkebunan, dan budaya suku asli

  • Pengembangan aksessibilitas laut sebagai pendukung koridor/jalur wisata terpadu antar daerah/obyek wisata sebagai elemen penggerak kegiatan wisata antar obyek
  • Pengembangan program pendukung sektor terkait meliputi: pengembangan sarana prasarana, promosi/pemasaran, SDM, kelembagaan dan investasi.

Struktur perwilayahan pengembangan pariwisata Kota Tayan Hilir akan dibagi dalam 4 (empat) perwilayahan, yang disebut dengan Kawasan Pengembangan Pariwisata (KPP) dengan 3 (tiga) subwilayah perencanaan koridor Sungai Kapuas dan 1 subwilayah perencanaan koridor Sungai Tayan – Rayang yang merupakan anak Sungai Kapuas. Kawasan Pengembangan Pariwisata (KPP), merupakan wilayah struktur pengembangan yang merangkum beberapa obyek ataupun kawasan wisata dalam satu kesatuan kawasan pengembangan. Batasan dari KPP adalah suatu area yang didalamnya merupakan himpunan beberapa obyek dan daya tarik wisata, yang dirangkum atas dasar kesamaan arah dan cara pencapaian, efisiensi waktu pencapaian serta kedudukan objek/daerah tujuan wisata yang secara geografis dapat dibentuk dalam satu keterkaitan (linkage).

Segmen Wilayah Perencanaan (Makro)

Slide11

Sesuai dengan konsep pengembangan yang menetapkan pengembangan poros dan jeruji dalam pengembangan kepariwisataan Kabupaten Sanggau dan khususnya di Kota tayan, pengembangan jaring-jaring aksesibilitas yang menghubungkan antara poros dan jeruji harus ditingkatkan kualitas dan kehandalannya agar peran poros pengembangan mampu menggerakkan pengembangan obyek yang berfungsi sebagai jeruji pengembangan.

Sasaran pengembangan aksesibilitas disamping untuk meningkatkan aksesibilitas antar zona juga perlu didukung dengan peningkatan kualitas pelayanan moda angkutan yang menjadi sarana mobilitas wisatawan dari satu tempat/obyek ke obyek lainnya. Dalam kaitan inilah moda angkutan yang telah ada dan melayani angkutan umum pada beberapa lokasi perlu ditingkatkan kualitas dan kenyamanannya untuk angkutan wisata, selain dari segi kualitas moda angkutan juga perlu ditingkatkan dari segi kuantitas baik itu jumlah armada maupun jadwal keberangkatan. Pemerintah daerah perlu berperan dalam membatu peningkaan kualitas pelayanan moda angkutan dengan cara memberikan subsidi kepada perusahaan angkutan yang yang memiliki rute-rute menuju objek wisat khususnya pada rute-rute yang memiliki potensi obyek wisata potensial.

Peningkatan kenyamanan perjalanan wisata melalui pengembangan fasilitas peristirahatan, transit/transfer moda dan orientasi wilayah pengembangan aksesibilitas disamping berkaitan dengan jalur aksesibilitas (jaringan transportasi) dan moda angkutan perjalanan juga perlu didukung dengan pengembangan aspek kenyamanan perjalanan yang diwujudkan dengan keberadaan rest area dan fasilitas transfer moda pada area-area tertentu yang dirasa perlu. Fasilitas rest area merupakan bentuk fasilitas peristirahatan yang akan mewadahi kebutuhan pengunjung/wisatawan untuk beristirahat sementara selama menempuh perjalanan.

Fasilitas Gerbang wisata, merupakan transfer moda dalam bentuk terminal akan berfungsi sebagai simpul-simpul pergerakan wisatawan menuju ke obyek-obyek wisata yang ada di Kota Tayan. Sementara fasilitas transfer moda merupakan bentuk fasilitas yang mewadahi aktifitas peralihan atau pergantian moda transportasi menuju suatu obyek wisata. Peraliha tersebut dapat berupa peralihan moda darat ke laut, darat ke perairan/ danau, dan sebagainya.

Slide12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s